( pcs)
jmlBarangBerat (Kg)Total
keranjang anda kosong
0 0,00Rp 0

Hukum Zakat Dalam Islam

Thursday, August 3rd 2017.

Hukum Zakat Dalam Islam – Definisi zakat menurut bahasa yaitu tubmbuh dan berkembang, menurut istilah zakar yang artinya hak yang diwajibkan dari harta yang sudah mencapai nishab setahun dengan syarat yang ditentukan, untuk golangan tertentu. Zakat dapat membersihkan seseorang hamba dan mensucikan dirinya. Sebagaimana dalam firman Allah SWT yang artinya : “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka,” (At Taubah: 103)

Hukum Zakat Dalam Islam

Hukum Zakat Dalam Islam

 

Zakat adalah kewajiban kuta sabagai umat islam, selain itu zakat masuk dalam rukun islam yang kelima, hal terpenting setelah sholat.

Sebagaimana dalam firman Allah SWT yang artinya :” Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat.” (Al Baqarah: 43)

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka,” (At Taubah: 103)

Adapun Hukum Zakat Dalam Islam yang wajib diketahui diantaranya :

  • Hukum bagi seseorang yang mengingkari zakat

Bahwasannya barang siapa yang mengingkari wajib zakat sebab tidak tahu hukumnya karena kebodohan seperti orang yang baru masuk islam yang belum sampai kepadanya hukum islam dan jangan dihukumi dengan kekafiran sebab mereka akan mendapatkan udzur.

Jika seseorang yang mengingkarinya merupakan seseorang muslim yang tinggal didaerah mayoritas islam dan disana ada ahlul ilmu (ulama) maka dia murtad atas riddah(keluar dari islam) jika diminta taubat selama 3 hari. Sebaiknya untuk disegerakan bertaubat.

BACA JUGA : Batas Akhir Waktu Sholat Ashar

Sebab berzakan merupakan kewajiban yang cukup jelas didalam Al-Qur’an dan juga As Sunah dan Ijma’ (kesepakatan) dari kaum Muslimin.

  • Hukum yang tidak mau menunaikan zakat karena Bakhil

Jika seseorang enggan menunaikan zakat karena bakhil yang merupakan kewajibannya sebagai muslim maka ia akan mendapatkan dosa besar sebab enggan melaksanakan kewajibannya.

Akan tetapi tidak mengeluarkannya dari islam, sebab zakat merupakan cabang dari cabang-cabang agama, yang dimana tidak dikafrkan seseorang yang meninggalkan zakat sekedar hanya meninggalkan zakat, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda terhadap seseorang yg enggan menunaikan zakat :

“Kemudian dia melihat jalannya apakah menuju surga atau menuju neraka.” (Shahih Muslim No. 987)

Jika ia dihukumi kafir maka ia tidak daat meluhat jalannya kesurga,tipe orang seperti ini diambil zakat darina dengan secara paksa bersama hukuman, jika tetap enggan menunaikan zakat maka ia terus dipaksa agar tunduk kepada perintah Allah SWT, dan menunaikan zakat dikarenakan firman Allah SWT yang artinya :
“Jika mereka bertobat dan mendirikan salat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. “ (At Taubah: 5)

Adapan disebutkan dalam hadist Rasulullah SAW bersabda yang artinya :

“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada Ilah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, menegakkan shalat, menunaikan zakat. Jika mereka melakukan hal itu maka darah dan harta mereka akan dilindungi kecuali dengan hak Islam dan perhitungan mereka ada pada Allah Subhanahu wata’ala.” (Riwayat Bukhari No. 2946 dan Muslim No. 21)

Berkata Abu Bakar As Shiddiq Radhiallahu’anhu, “Kalau mereka enggan menunaikan zakat ‘anaqan (anak kambing yang usianya belum genap setahun) yang mereka tunaikan di masa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam niscaya aku perangi mereka.” (Riwayat Bukhari No. 1400 dan Muslim No. 20)

Produk terbaru

Hubungi Kami

021 - 5020 5069
0813 5000 5020
0812 8101 3197
tanyanovian@gmail.com